Testingggg

STAIDA Perluas Jaringan ke Magelang, Jalin Sinergi Pendidikan dengan Yayasan Islam Al Albab Pakis

MAGELANG – Setelah sebelumnya sukses membangun jejaring di wilayah Boyolali, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) bergerak cepat memperluas jangkauan akademiknya. Hari ini, Senin (29/06), jajaran pimpinan STAIDA resmi menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Penandatanganan MoU dan MoA dengan Yayasan Islam Al Albab yang berkedudukan di Pakis, Kabupaten Magelang.
Kehadiran tim pimpinan STAIDA disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Pakis sekaligus Ketua Yayasan Islam Al Albab, KH. Umar Shahid, M.Pd., bersama jajaran pengurus yayasan yang diwakili oleh Gus Fadli, M.Pd.
Senada dengan penguatan instansi di daerah lain, FGD kali ini memfokuskan pembahasan pada pemberian aksesibilitas yang luas bagi insan yayasan, alumni, serta santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in untuk melanjutkan studi strata satu (S1) di STAIDA. Program kerja sama ini difokuskan pada dua program studi unggulan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Langkah kolaboratif ini dinilai strategis mengingat Yayasan Islam Al Albab dan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in memiliki basis kader dakwah dan santri yang kuat di wilayah Magelang dan sekitarnya. Melalui sinergi ini, para santri dan pengajar pesantren memiliki jalur yang lebih terarah untuk meraih gelar akademik yang linier dengan kebutuhan dunia pendidikan Islam modern.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama STAIDA, Mukhrodi, M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran STAIDA di Magelang merupakan wujud komitmen nyata untuk merajut sinergi antarlembaga pendidikan Islam.
“Kerjasama dengan Yayasan Islam Al Albab ini memiliki nilai yang sangat strategis. Kami ingin memastikan bahwa kader-kader pesantren dan pejuang pendidikan di tingkat akar rumput mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, terakreditasi, namun tetap terjangkau,” jelas Mukhrodi.
Penandatanganan MoU dan MoA ini tidak sekadar menjadi dokumen formal, melainkan langsung diturunkan dalam poin-poin kerja sama teknis yang aplikatif, antara lain:
- Beasiswa & Jalur Kemitraan Khusus: Fasilitas kemudahan pendaftaran dan skema khusus bagi santri, alumni, serta pengurus di bawah naungan Yayasan Islam Al Albab Magelang untuk kuliah di Prodi PAI atau PGMI.
- Peningkatan Kualifikasi Akademik Ustadz/Ustadzah: Program standardisasi dan peningkatan kualifikasi mengajar bagi para pendidik di lingkungan pesantren agar selaras dengan kompetensi pedagogis kontemporer.
- Kolaborasi Program Keagamaan dan Pengabdian: Integrasi program pengabdian masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa STAIDA yang disinergikan dengan kegiatan dakwah serta sosial keagamaan di Pesantren Hidayatul Mubtadi’in.
KH. Umar Shahid, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi kerja sama ini. Pihaknya berharap, lewat program ini para santri tidak hanya matang secara keilmuan kepesantrenan (tafaqquh fiddin), tetapi juga memiliki legalitas dan wawasan akademik formal yang kuat untuk mengabdi di tengah-tengah masyarakat modern.



