Testingggg

Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dorong PTKIS Menuju World Class University,” Digitalisasi Pengetahuan dan Pengetahuan SDM Jadi Kunci”

Semarang – Rabu, 17 Juni 2026- Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah X Jawa Tengah menggelar agenda strategis bertajuk “Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Menuju World Class University” di Semarang. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Jawa Tengah untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu dan daya saing di tingkat global.
Acara dibuka oleh Ketua Kopertais Wilayah X Jawa Tengah yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. H. Musahadi, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi pengetahuan (Digitalization of Knowledge) merupakan salah satu faktor utama dalam percepatan transformasi perguruan tinggi menuju standar internasional.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka peluang yang sama bagi perguruan tinggi, baik yang berada di pusat kota maupun daerah.
“Peluang bagi PTKIS untuk berkembang dan bersaing terbuka lebar, meskipun berada di wilayah pedalaman. Kuncinya adalah pemanfaatan teknologi digital dan tata kelola yang adaptif,” ujar Prof. Musahadi.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus perwakilan Majelis Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), Prof. Dr. H. Ahmad Arifi, M.Ag., hadir sebagai narasumber utama.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi di daerah memang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana hingga faktor geografis. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menutup peluang untuk berkembang apabila didukung oleh kebijakan yang progresif, sumber daya manusia yang solid, serta dosen yang kompeten.
Secara khusus, Prof. Ahmad Arifi memberikan perhatian kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA). Ia mendorong pihak kampus untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui studi doktoral.
“STAIDA akan berkembang pesat jika didukung oleh dosen yang berkompeten. Karena itu, percepatan studi doktoral bagi para dosen menjadi investasi penting dalam mewujudkan World Class University,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, STAIDA diwakili oleh Wakil Ketua I Mukhrodi, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Musta’in, M.Pd., serta anggota LPM Mukti Wibowo.
Delegasi STAIDA menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut, terutama dalam penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan kualifikasi dosen, serta pengembangan tata kelola berbasis digital guna menjawab tantangan pendidikan tinggi di era global.



