Testingggg

Perkuat Akses Beasiswa dan KIP Kuliah, STAIDA Hadiri Pertemuan Strategis Bersama Kopertais X dan Kemenag RI

SEMARANG — Sekolah Tinggi Darul Amanah (STAIDA) terus berkomitmen dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran pimpinan STAIDA dalam agenda pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah X Jawa Tengah.

Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Kopertais Wilayah X serta Kementerian Agama Republik Indonesia, antara lain Wakil Koordinator Kopertais Wilayah X, Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag.; Sekretaris Kopertais Wilayah X, Dr. KH. Anashom, M.Hum.; serta Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag.
Adapun utusan dari STAIDA yang hadir secara langsung meliputi Wakil Ketua I Bidang Akademik, Mukhrodi, M.Pd., serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Mustain, M.Pd.
Fokus utama dalam pembahasan kali ini menyoroti penguatan tata kelola serta percepatan penyaluran berbagai program bantuan pendidikan tinggi keagamaan Islam, khususnya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan berbagai skema Program Beasiswa Kementerian Agama RI.
Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag. menekankan pentingnya akuntabilitas dan ketepatan sasaran bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTIS) dalam mengelola alokasi beasiswa.
”Beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi masa depan untuk mencetak SDM unggul dan berkarakter. PTIS di lingkungan Kopertais Wilayah X harus memastikan penyalurannya transparan dan benar-benar menjangkau mahasiswa yang berprestasi namun membutuhkan dukungan ekonomi,” ujar Prof. Rokhmadi.
Senada dengan hal tersebut, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag. memaparkan prioritas kebijakan Kemenag RI dalam membuka kran kesempatan seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk mengecap pendidikan tinggi berstandar mutu. Pihaknya mengapresiasi keaktifan kampus-kampus swasta yang responsif dalam menangkap program bantuan pembiayaan pendidikan tersebut.
Sementara itu, Dr. KH. Anashom, M.Hum. mengingatkan agar seluruh skema beasiswa diiringi dengan pendampingan akademik dan penguatan kapasitas mahasiswa penerima, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.
Kehadiran perwakilan STAIDA dalam pertemuan ini menegaskan langkah nyata kampus dalam mengawal hak-hak pendidikan mahasiswa serta memperjuangkan tambahan kuota beasiswa bagi civitas akademika STAIDA.
Wakil Ketua I STAIDA, Mukhrodi, M.Pd., menyampaikan bahwa hasil dari koordinasi ini akan segera ditindaklanjuti secara internal agar penyaluran program bantuan berjalan optimal.
”STAIDA berkomitmen penuh menjalankan seluruh regulasi penyaluran beasiswa, baik KIP Kuliah maupun skema beasiswa Kemenag lainnya. Kami ingin memastikan tidak ada calon mahasiswa berprestasi yang terkendala menuntut ilmu di STAIDA hanya karena persoalan biaya,” tegas Mukhrodi.
Hal serupa ditekankan oleh Kepala LPPM STAIDA, Mustain, M.Pd. Menurutnya, penerima beasiswa nantinya juga akan diarahkan untuk aktif dalam kegiatan riset dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pengembangan potensi akademik mereka.
Melalui sinergi erat bersama Kopertais Wilayah X dan Kemenag RI, STAIDA optimistis dapat terus memajukan mutu pendidikan Islam yang inklusif, merata, dan berkualitas tinggi.

