Testingggg

STAIDA Darul Amanah Gelar Seminar Internasional Bersama Ulama Al-Azhar Mesir

KENDAL – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada penguatan keilmuan Al-Qur’an dan khazanah Islam internasional dengan menyelenggarakan Seminar Internasional bersama ulama Al-Azhar Mesir, Syaikh Fauzi Saeed Muhammad Haikal.
Seminar Internasional ini menghadirkan Syaikh Fauzi Saeed Muhammad Haikal, seorang pakar Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Qiro’at serta ulama Al-Azhar Kairo, Republik Arab Mesir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Olahraga Pondok Pesantren Darul Amanah pada Ahad, 8 Februari 2026, dan diikuti oleh mahasiswa STAIDA, para dosen, santri Pondok Pesantren Darul Amanah, serta tamu undangan dengan penuh antusias dan khidmat.
Syaikh Fauzi Saeed Muhammad Haikal lahir pada 15 November 1961 M di Desa Tahori, Shebin Al-Qanater Center, Provinsi Al-Qalyubia, Republik Arab Mesir. Beliau dikenal luas sebagai ulama Al-Azhar yang mendedikasikan hidupnya dalam pengajaran dan pengembangan ilmu Al-Qur’an serta Qiro’at di dunia Islam.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah, KH. Muhammad Fatwa, M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya seminar internasional ini serta kehadiran langsung ulama Al-Azhar di lingkungan STAIDA Darul Amanah.
“Atas nama civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah dan pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah, kami mengucapkan terima kasih dan rasa bahagia yang mendalam atas kehadiran Syaikh Fauzi Saeed Muhammad Haikal dari Mesir, seorang pakar Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Qiro’at,” ujar beliau.
KH. Muhammad Fatwa, M.S.I juga menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Amanah yang berdiri sejak tahun 1990 senantiasa istiqomah dalam membina santri dan mahasiswa, khususnya dalam penguatan keilmuan Islam, pembentukan akhlak, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Keberadaan STAIDA Darul Amanah merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam mengembangkan pendidikan Islam pada jenjang perguruan tinggi.
Dalam tausiyah ilmiahnya, Syaikh Fauzi Saeed Muhammad Haikal menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaannya dapat berkunjung ke Darul Amanah serta bertemu dengan para mahasiswa dan santri yang memiliki semangat tinggi dalam mempelajari Al-Qur’an.
Beliau menekankan keutamaan Al-Qur’an sebagai pedoman utama kehidupan seorang muslim. Syaikh Fauzi mengutip sabda Rasulullah SAW:
(خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ)
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Menurut beliau, siapa pun yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, maka Al-Qur’an adalah jalannya. Mengajarkan Al-Qur’an merupakan salah satu amal terbaik di sisi Allah SWT, dan orang-orang yang menghafalnya akan dianugerahi kebaikan serta ketenangan hidup.
Syaikh Fauzi juga menjelaskan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan penuh kesulitan akan mendapatkan dua pahala: pahala karena bersungguh-sungguh belajar dan pahala sebagai golongan manusia terbaik di sisi Allah SWT. Bahkan, Allah SWT tidak akan mengazab para penghafal Al-Qur’an yang hatinya senantiasa dipenuhi dengan ayat-ayat-Nya.
Dalam tausiyahnya, beliau mengisahkan keteladanan sahabat Rasulullah SAW, Ubay bin Ka’ab RA, seorang juru tulis wahyu di Madinah yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an yang sangat ahli dan mendapat kepercayaan langsung dari Rasulullah SAW.
Beliau menambahkan bahwa para penghafal Al-Qur’an akan memperoleh kemuliaan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kedua orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat. Banyak orang tua yang dimuliakan Allah SWT kelak karena anak-anak mereka menjadi hafidz dan hafidzah Al-Qur’an.
Syaikh Fauzi juga berpesan agar para mahasiswa dan santri penghafal Al-Qur’an senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua.
Beliau mengutip nasihat Imam Syafi’i:
“Aku pernah mengadu kepada guruku, al-Waki’, tentang buruknya hafalanku. Maka beliau menasihatiku untuk meninggalkan perbuatan dosa. Ia berkata, sesungguhnya ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat dosa.”
Menurut beliau, Al-Qur’an akan melembutkan hati dan mendorong seseorang untuk selalu berbuat kebaikan. Di akhir tausiyahnya, Syaikh Fauzi mewasiatkan agar para mahasiswa dan santri senantiasa memperbanyak murojaah Al-Qur’an, khususnya setelah sholat Subuh hingga waktu fajar, karena waktu tersebut penuh keberkahan dan merupakan wasiat Rasulullah SAW kepada putrinya, Fatimah RA.
Sebagai penutup, beliau menyampaikan pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an melalui metode saling murojaah setiap hari agar hafalan tetap kuat dan terpelihara.
Seminar Internasional ini diharapkan mampu memperluas wawasan keilmuan mahasiswa STAIDA Darul Amanah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat jejaring akademik dan keilmuan Islam di tingkat internasional.



