Testingggg

STAIDA Kendal Hadiri Pembinaan Pimpinan PTKIS, Bahas Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi


SEMARANG – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) Kendal turut menghadiri kegiatan Pembinaan Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah X Jawa Tengah yang menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Gedung K.H. Sholeh Darat, Kampus III UIN Walisongo Semarang, tersebut menjadi forum pembinaan sekaligus penguatan bagi pimpinan PTKIS dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah “Dinamika dan Tantangan Era AI”. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dinilai menghadirkan peluang besar bagi civitas akademika perguruan tinggi, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penelitian dan tata kelola.
Di sisi lain, pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan serius yang berkaitan dengan integritas akademik, etika, serta tanggung jawab dalam menghasilkan pengetahuan.
Keikutsertaan STAIDA Kendal dalam kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kesiapan perguruan tinggi dalam merespons perubahan teknologi.
Era AI menuntut perguruan tinggi tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan penggunaannya tetap berada dalam koridor etika dan nilai-nilai akademik.
Kemudahan teknologi dalam menghasilkan berbagai informasi dan karya akademik perlu diimbangi dengan penguatan budaya kejujuran, tanggung jawab ilmiah dan integritas akademik.
Bagi perguruan tinggi keagamaan Islam, perkembangan AI juga menjadi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan pendidikan.
AI Jadi Peluang Sekaligus Tantangan
Dalam materi pembinaan, AI dipandang sebagai sebuah lompatan teknologi yang membawa perubahan besar dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Perguruan tinggi memiliki peluang untuk memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian dan tata kelola. Namun, pada saat yang sama, terdapat berbagai persoalan yang harus diperhatikan, khususnya ancaman terhadap integritas sains dan dilema strategis dalam pemanfaatan AI di Indonesia.
Karena itu, perguruan tinggi perlu memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi perkembangan tersebut.
Peran strategis perguruan tinggi bukan sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi institusi yang mampu membimbing civitas akademika agar menggunakan AI secara bijak, bertanggung jawab dan produktif.
Dorong PTKIS Semakin Adaptif
Pembinaan Dirjen Pendis ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi PTKIS, termasuk STAIDA Kendal, untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan dan memperkuat daya adaptasi terhadap perubahan zaman.
STAIDA Kendal memandang perkembangan teknologi sebagai peluang untuk melakukan inovasi dalam pendidikan, penelitian dan pelayanan akademik, dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip integritas dan etika akademik.
Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan semakin siap menghadapi transformasi digital serta mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keislaman, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.



