Testingggg

Ketua STAIDA KH. Muhammad Fatwa Hadiri Pembukaan PWD XI Jawa Tengah

KENDAL – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) KH. Muhammad Fatwa, M.S.I., menghadiri pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) XI Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Sabtu (26/9/2026).
Ketua STAIDA KH. Muhammad Fatwa, M.S.I., menjadi bagian dari dukungan STAIDA terhadap kegiatan kepemudaan dan kepramukaan yang mengedepankan pendidikan karakter, kemandirian, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.
PWD XI Jawa Tengah diikuti sebanyak 770 Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai Sabtu hingga Kamis, 26 September sampai 1 Oktober 2026.
Bagi STAIDA, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai pendidikan yang selama ini dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Perkemahan Wirakarya tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan dan pertemuan antaranggota Pramuka. Para peserta juga diarahkan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian dan pembangunan masyarakat, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik.
KH. Muhammad Fatwa dalam pembukaan PWD XI juga memperlihatkan keterlibatan STAIDA dalam mendukung ruang-ruang pembinaan generasi muda. Nilai-nilai yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut sejalan dengan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam pembukaan kegiatan, disampaikan bahwa PWD XI mengusung semangat “Bergerak Membangun Masyarakat melalui Kerja Nyata.” Semangat tersebut diwujudkan melalui keterlibatan peserta dalam berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Peserta PWD XI didorong untuk mengenali potensi dan persoalan yang ada di masyarakat, membangun kepedulian terhadap lingkungan, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata.
Pengalaman peserta dalam kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda. Interaksi dengan masyarakat memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, gotong royong, tanggung jawab, dan pengabdian secara langsung.
Kegiatan PWD XI yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Amanah juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pendidikan, kepemudaan, kepramukaan, pesantren, dan masyarakat.
Ketua STAIDA KH. Muhammad Fatwa, M.S.I., berharap kegiatan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus belajar mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda perkemahan, pengabdian, pembangunan, dan karya bersama masyarakat hingga 1 Oktober 2026.
Melalui momentum PWD XI Jawa Tengah, STAIDA turut mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.



